Saturday, June 11, 2011

Pijat Refleksi : Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian


Pijat yang berasal dari daratan China ini fokus pada pemijatan di telapak kaki untuk menormalkan peredaran darah. Bukan hanya telapak kaki tetapi juga hingga sebatas lutut, tangan, punggung, leher dan kepala. Bagian pertama yang dipijit berturut-turut adalah telapak kaki, jari-jari kaki, kaki hingga batas lutut, tangan, punggung, leher kemudian kepala. Syaraf di telapak kaki mempunyai titik-titik yang berhubungan dengan syaraf-syaraf di bagian organ tubuh yang lainnya.

Penggemar pijat ini adalah orang-orang lanjut usia yang banyak mempunyai penyakit seperti darah tinggi, migrain, sakit pinggang, sakit punggung maupun untuk melancarkan peredaran darah. Alat pijat yang digunakan adalah sebuah kayu untuk menekan syaraf-syaraf dan jari-jari dari pemijat yang sangat kuat.

Keluhan-keluhan akan ditanyakan oleh pemijat sehingga bisa fokus bagian mana yang harus dipijat untuk melancarkan peredaran darah yang terganggu. Jerian-jeritan bahkan menjadi hal yang umum ketika seseorang direfleksi, terutama ketika dipijit untuk melancarkan bagian syaraf yang terganggu. Orang dewasa pun tak akan mampu menahan sakit dan menjerit ketika titik syarafnya ditekan dengan jari oleh pemijit. Durasi pijit yang berkisar 30 menit hingga satu jam seakan berjalan lambat ketika titik-titik darah yang tersumbat mulai dilancarkan oleh pemijit.

Sakit-nya proses pemijatan akan terbayarkan sesudah proses pemijitan, keesokan harinya ketika bangun pagi kita akan merasakan tubuh yang segar dan rileks karena mulai lancarnya aliran peredaran darah. Pijat Refleksi memerlukan beberapa kali kunjungan untuk memaksimalkan hasil dari pijitan tersebut.